Warga TTU Padukan Tangan Perbaiki Jalan Utama

TTU, NTT – Masyarakat Desa Nansean dan Desa Nansean Timur, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi Nusa Tenggara Timur, menunjukkan kepedulian dengan bekerja sama memperbaiki akses jalan utama wilayah mereka.
Kegiatan perbaikan jalan sepanjang satu kilometer yang telah rusak puluhan tahun berlangsung pada Senin (29/12/2025). Ribuan warga dari kedua desa terlibat secara sukarela, menjalankan berbagai pekerjaan mulai dari penggalian tanah, pembersihan saluran drainase, hingga pemadatan permukaan jalan. Cuaca cerah pada hari pelaksanaan menjadi nilai tambah, memungkinkan seluruh tahapan pekerjaan berjalan lancar tanpa hambatan.
Jalan yang diperbaiki berfungsi sebagai urat nadi konektivitas, menghubungkan kedua desa dengan Kecamatan Insana Barat. Jalur ini menjadi akses utama bagi petani untuk mengangkut hasil panen seperti jagung, kedelai, dan kopi, serta untuk aktivitas sosial ekonomi menuju kawasan perkotaan. Bentang wilayah yang bergelombang membuat jalan ini semakin penting untuk menjaga hubungan antarwilayah dan memperkuat sinergi antarkomunitas.
Kerusakan yang meliputi lubang dalam, permukaan tidak rata, dan genangan air saat musim penghujan telah lama menghambat mobilitas penduduk. Banyak produsen lokal mengalami kerugian karena hasil panen rusak selama pengiriman, menyebabkan harga jual menurun di pasar. Selain itu, layanan kesehatan dan pendidikan darurat sering terganggu ketika kondisi jalan memburuk, mengganggu kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Inisiatif perbaikan muncul dari kolaborasi tokoh pemuda, tokoh adat, dan pemerintah desa, tanpa mengandalkan bantuan penuh dari pihak luar. Masyarakat sepakat untuk mengambil langkah swadaya sebagai tanggapan atas kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi. Sebelum pelaksanaan utama, tahap sosialisasi dan pendataan titik kerusakan telah dilakukan secara cermat selama beberapa minggu untuk memastikan efektivitas pekerjaan.
Kepala Desa Nansean, Ady Kono, menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengelola infrastruktur desa. “Jalan ini sudah puluhan tahun rusak dan sangat berdampak pada kehidupan warga, terutama untuk mengangkut hasil pertanian dan sebagai akses utama menuju Kecamatan Insana Barat dan ke kota. Karena itu kami mendukung penuh inisiatif warga untuk melakukan perbaikan sementara secara swadaya,” ujarnya. Andy Natun selaku penggagas aksi menjelaskan sumber pembiayaan yang digunakan. “Ini murni dari swadaya masyarakat. Warga yang ada di kampung maupun saudara-saudara kami di perantauan ikut berkontribusi. Kami bergerak bersama karena jalan ini adalah urat nadi kehidupan warga,” ungkapnya.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten TTU mendukung kegiatan ini dengan menurunkan unit excavator untuk mempermudah perataan di titik kerusakan parah. Ady Kono menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut, menyatakan bahwa alat berat tersebut mempercepat proses pekerjaan secara signifikan. Masyarakat mengharapkan pembangunan jalan secara permanen di masa depan, karena infrastruktur yang layak diharapkan akan meningkatkan kelancaran transportasi, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan kualitas hidup seluruh masyarakat di Kecamatan Insana dan sekitarnya. ( Ramli )
