Persit KCK Dim 1002 Hidupkan Permainan Tradisional Jelang HUT ke-80

Persit KCK Dim 1002 Hidupkan Permainan Tradisional Jelang HUT ke-80

BARABAI, HST – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana Tahun 2026, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXV Dim 1002 Koorcab Rem 101 PD XXII/Tambun Bungai menggelar lomba permainan tradisional di Lapangan Apel Makodim 1002/Hulu Sungai Tengah, Senin (9/2/2026).

Kegiatan ini berlangsung meriah dan diikuti oleh anggota Persit beserta anak-anak. Berbagai permainan tradisional dilombakan, di antaranya Lomba Bakiak, Bahadang (Gobak Sodor), Badaku (Congklak), Bedamprak (Engklek), dan Bakasti (Kasti).

Koordinator lomba permainan, Rudi Hartono, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota Persit dan keluarga. “Melalui lomba permainan tradisional ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, serta mengenalkan kembali permainan-permainan tradisional kepada anak-anak di era modern seperti sekarang,” ujarnya.

Lomba Bakiak menjadi salah satu permainan yang paling menarik perhatian. Peserta harus berlari dengan menggunakan bakiak sambil membawa bendera di garis finish. Anak-anak sangat antusias mengikuti permainan ini dan tidak sedikit yang tertawa saat melihat teman-temannya terjatuh.

Sementara itu, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXV Dim 1002 Koorcab Rem 101 PD XXII/Tambun Bungai, Hapsari O.P. Siregar, mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan keceriaan.

Ia berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dalam rangka menyambut HUT Persit, tetapi juga dapat mempererat tali silaturahmi serta memperkuat kekompakan keluarga besar Persit di lingkungan Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah.

Permainan tradisional seperti Bahadang (Gobak Sodor) juga menjadi favorit anak-anak. Mereka sangat bersemangat bermain dan berlari menghindari sentuhan lawan.

Badaku (Congklak) dan Bedamprak (Engklek) juga menjadi permainan yang menarik. Anak-anak sangat fokus dan konsentrasi saat bermain, sehingga tidak sedikit yang berhasil memenangkan permainan ini.

Bakasti (Kasti) menjadi permainan penutup yang sangat meriah. Peserta sangat antusias bermain dan berlari mengejar bola.

Kegiatan ini diakhiri dengan pembagian hadiah kepada para pemenang. Semua peserta sangat puas dan gembira atas kegiatan ini.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan permainan tradisional dapat terus dilestarikan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, terutama anak-anak di era modern ( ramli )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *