Maut Mengintai di Balik Mata Pancing, Remaja 13 Tahun Tewas Tenggelam di Sumanggi Seberang

Maut Mengintai di Balik Mata Pancing, Remaja 13 Tahun Tewas Tenggelam di Sumanggi Seberang

BATARA, HST – Sebutir mata pancing yang tersangkut di dasar sungai berubah menjadi petaka memilukan yang merenggut nyawa seorang remaja di tengah hamparan persawahan Desa Sumanggi Seberang.

Peristiwa nahas yang menimpa MAF (13) tersebut terjadi pada Minggu (18/1/2026) siang, saat matahari menyengat di langit Kecamatan Batang Alai Utara.

Suasana tenang di akhir pekan itu seketika pecah menjadi duka mendalam bagi keluarga korban yang tidak menyangka hobi memancing putranya berakhir tragis.

Awalnya, korban berpamitan meninggalkan rumah sejak pukul 11.00 WITA untuk menyalurkan kegemarannya mencari ikan bersama seorang rekan setianya, Rifky.

Mereka berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer menuju sebuah sungai kecil yang mengalir di antara petak-petak sawah hijau yang sedang digarap warga desa.

Kegembiraan remaja tersebut mulai meredup ketika memasuki pukul 14.30 WITA akibat kail pancingnya tersangkut kuat pada sesuatu di dasar air.

Tanpa pikir panjang, MAF berniat turun ke dalam aliran air yang memiliki kedalaman sekitar 100 sentimeter demi menyelamatkan alat pancing miliknya.

Ironisnya, sebelum kakinya menyentuh air, remaja ini sempat mengeluhkan kondisi fisiknya yang sedang menurun atau merasa tidak enak badan kepada saksi.

Meskipun rasa lemas mulai menyerang tubuhnya, ia tetap nekat menceburkan diri ke dalam sungai yang terlihat tenang namun menyimpan ancaman mematikan.

Detik-detik mencekam pun terjadi ketika korban tidak kunjung muncul kembali ke permukaan setelah beberapa saat menyelam ke dasar sungai tersebut.

Rifky yang mulai dirundung kepanikan hebat segera berlari untuk meminta pertolongan kepada warga yang berada di sekitar lokasi.

Masyarakat yang mendengar kabar tersebut langsung melakukan pencarian manual di sepanjang aliran air yang membelah kawasan persawahan tersebut.

Jasad MAF akhirnya ditemukan sekitar pukul 15.00 WITA dalam kondisi tidak bernyawa, mengakhiri pencarian singkat yang penuh dengan isak tangis rekan dan keluarganya.

“Anggota BPBD sudah mendatangi rumah duka untuk menggali informasi lengkap mengenai kronologi kejadian sore tadi,” ujar Kasi Kedaruratan BPBD HST, Fitriadinoor.

Beliau juga mengingatkan warga untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem dan tidak memaksakan diri beraktivitas di luar jika kesehatan sedang terganggu. ( Ramli )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *